Keinginan Hidup Bersama Tapi Enggan Memiliki Keturunan

Ramai dibicarakan beberapa bulan yang lalu tentang opini seorang youtuber wanita yang beranggapan dan mengambil keputusan bahwa dirinya tidak ingin memiliki keturunan atau anak atau bahasa kerennya disebut childfree. Dia mengatakan bahwa dia childfree, dia dan suaminya tidak miliki keinginan mempunyai keturunan atau anak berdua aja, dia juga menjelaskan bahwa dia manusia, manusia yang berhak memilih dan punya pilihan. Dan alasan terakhirnya mengatakan bahwa dia takut kalau dia tidak bertanggung jawab kepada anaknya yang mungkin bisa memberikan luka kepada anak. Itulah perkataan youtuber yang sedang berdomisili di Jerman. 

Keputusan yang diambilnya tersebut secara terang terangan diucapkan dilaman media instagram maupun channel youtobe pribadinya.  Keputusan yang dipublikasikan di sosial media pribadinya tersebut mencuri perhatian banyak khalayak umum. Hal yang tidak lazim atau bisa dikatakan tidak wajar di lingkungan masyarakat kita di Indonesia. Muncullah berbagai tanggapan pro dan kontra yang menanggapi atau mengomentari keputusan youtuber tersebut. 

Dari pernyataan youtuber tersebut bisa di tarik kesimpulan bahwa beliau tidak ingin melanjutkan keturunan. Dari banyaknya oknum atau individu yang memberikan tanggapan  terhadap childfree ini saya sangat tertarik dengan tanggapan dari Buya Yahya. Buya Yahya menjelaskan bahwa fitrahnya mahluk bernyawa adalah menghendaki atau menginginkan adanya keturunan. 

Semua manusia yang sehat fitrahnya pasti merindukan adanya keturunan. Jika seseorang tidak berkeinginan memiliki keturunan berarti fitrahnya sedang rusak. Menurut Buya Yahya, kita tidak boleh menghindar dari manusia karena takut menyakiti manusia tapi hendaknya berurusan dengan manusia berusaha memberikan manfaat berusaha untuk tidak menyakiti bukan takut menyakiti. 

Ust Adi Hidayat juga ikut berkomentar tentang stagment childfree ini. Ust Adi Hidayat mengatakan bahwa childfree dari sudut pandang agama. Pada umumnya, salah satu harapan seseorang ingin menikah itu adalah ingin memiliki keturunan. Memiliki keturunan dalam konsep pernikahan dalam sudut pandang manapun itu merupakan fitrah berumah tangga. Karena itu adalah fitrah berumah tangga maka Islam juga memberikan perhatian yang besar tentang ini. 

Dalam konteks spiritual, anak atau keturunan membawa dampak yang sangat besar kepada orang tuanya. Kita ketahui bersama semua amalan seseorang akan terputus jika meninggal kecuali salah satunya adalah doa keturunan atau anak yang sholeh. Jika memilih childfree maka sudah menghapus salah satu amalan yang tidak akan putus mengalirnya walaupun sudah meninggal.

Jika dibahas ke dalam hukum positif, maka hal itu tidak boleh dan tidak bisa dituntut atau dipermasalahkan. hal ini tidak sama sekali bisa dikatakan melanggar hukum positif. Ini merupakan sebuah pemikiran atau sebuah hak yang memang berhak ada pada diri seorang manusia. Tetapi apa yang disampaikan youtuber ini bahwa dia childfree  adalah pemikiran yang menyimpang dari fitrah kehidupan masyarakat yang tidak harus layak ditiru. 

Keinginan berumah tangga dengan kesepakatan tidak memiliki keturunan atau childfree adalah suatu stagment yang baru di Indonesia. Sebenarnya hal ini lumrah di dunia barat bahkan sudah muncul di zaman jahiliyah, namun hal ini merupakan permasalahan yang telah lama usang dan muncul kembali karena adanya stagment dari seorang youtubers ini. Namun, sesuai dengan pandangan dari dua ustad kondang bahwa pemikiran tentang childfree itu atau keinginan enggan memiliki keturunan dalam berumah tangga adalah sebuah fikiran yang menyalahi fitrah dalam berkehidupan berumah tangga khususnya.

Kecerdasaan itu harus diukur, pendapat seseorang itu harus dihargai, semua manusia berhak mengemukakan apa yang ada di dalam kepalanya namun setiap orang juga harus paham bahwa nilai atau norma norma bahkan struktur nilai nilai ini menjadi sebuah hukum yang bisa memberikan batasan batasan pada sebuah pemikiran sehingga tidak bergeser atau keluar dari kesepakatan manusia pada umumnya. Jika semua orang bebas berpendapat menurut saya maka yang baik dan yang buruk akan tercampur rata, kemudian itu berpotensi akan diimplementasikan atau diterapkan dalam bentuk perbuatan di kehidupan sehari hari. 

Jika menggunakan sudut pandang maslahah mursalah ini adalah sesuatu yang tidak seharusnya untuk ditiru. Fitrah seseorang dalam berumah tangga adalah memiliki atau melanjutkan  keturunan. Dalam konteks childfree berarti sudah jelas bahwa seseorang itu tidak memiliki keinginan untuk melanjutkan keturunannya. Jika seseorang memilih childfree juga tidak bisa disalahkan karena itu adalah haknya sebagai manusia untuk memilih bagaimana hidupnya untuk kedepannya, tapi kita sebagai manusia lain sangat berhak untuk menilai dan mencermati secara saksama. 

Yuk! Baca Juga  Cerita Penaklukan di Balik Benteng Nassau

Kembali lagi bahwa dia telah menyimpang dari fitrah berumah tangga. Enggan memiliki keturunan. Childfree di lingkungan kita adalah hal yang sangat tidak lumrah. Biasanya di lingkungan sekitar kita, jika sudah melangsungkan pernikahan dengan sakral maka pasangan itu kebanyakan akan sangat mendambakan sebuah bayi yang hadir di tengah tengah keluarga kecil mereka.

Namun, keputusan yang diambil oleh youtuber ini juga tidak bisa disalahkan, kembali lagi itu adalah salah satu hak manusia untuk memilih bagaimana kelanjutan hidupnya untuk kedepannya. Yang salah atau harus dipertanyakan, jika youtuber ini bersorak-sorak menyeru untuk mengikuti dan mengikuti keputusan yang sama dengan dia yaitu childfree. 

 

- Advertisement -

Tentang Penulis

Penulis Lainnya

65 KIRIMAN0 KOMENTAR
59 KIRIMAN0 KOMENTAR
16 KIRIMAN0 KOMENTAR
16 KIRIMAN0 KOMENTAR
10 KIRIMAN0 KOMENTAR
3 KIRIMAN0 KOMENTAR
0 KIRIMAN0 KOMENTAR
- Advertisement -

Terbaru